Dampak Perubahan Iklim di Indonesia Capai Titik Krisis

sumbar.jpnn.com, PADANG - Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Syahrul Fitra menilai perubahan iklim dan pemanasan global hari ini sudah mencapai titik krisis.
Syahrul melihat krisis iklim itu tampak dari tingginya kenaikan suhu panel antarpemerintah tentang perubahan iklim (IPPC).
Panel tersebut menunjukkan kisaran suhu berada pada 1,09 derajat dari tahun 1900.
Sementara ambang batas kenaikan suhu yang disepakati dalam COP Paris Agreement adalah 1,5 derajat celcius.
"Dampak dari perubahan iklim ini sudah mencapai titik krisis dan sudah dirasakan di berbagai aspek," kata Syahrul saat memberi materi tentang Perubahan Iklim terhadap Bencana Alam di Sumbar.
Kemudian, Syahrul meprediksi kenaikan suhu bumi akan mencapai ambang batas apabila pengambil kebijakan tidak serius merespons kondisi ini.
Menurut pengamatannya, sampai saat ini pemerintah tidak serius dalam menanggapi isu krisis iklim.
"Bisa jadi sebelum itu kenaikan suhu bumi akan melewati 1,5 derajat celcius," ungkapnya.
Syahrul melihat krisis iklim itu tampak dari tingginya kenaikan suhu panel antarpemerintah tentang perubahan iklim (IPPC).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumbar di Google News