Tuntunan Salat Idulfitri Berdasarkan Hadis

Berdasarkan Hadis riwayat Ibnu Abbas: “Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi saw salat dua rekaat pada hari raya idulfitri. Beliau tidak salat sebelumnya dan tidak pula setelahnya. Kemudian beliau mendatangi para wanita bersama Bilal, lalu memerintah mereka bersedekah.” (HR. Bukhari).
4. Salat Idulfitri dan Iduladha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takir di rakaat kedua.
Berdasarkan hadis riwayat Katsir bin ‘Abdillah: “Bahwa Nabi saw pada salat dua hari raya bertakbir tujuh kali untuk rakaat pertama sebelum membaca (al-fatihah) dan bertakbir lima kali pada rekaat kedua juga sebelum membacanya.” (HR. Tirmidzi).
5. Imam salat disunahkan membaca surah alAla atau Qaf pada rakaat pertama dan alGhasyiyah atau alQamar pada rakaat kedua.
Berdasarkan hadis riwayat Ibnu ‘Abbas: “Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi saw pada salat dua hari raya membaca Sabbihisma Rabbiukal Ala dan Hal Ataku Hadisul Ghasyiyah.” (HR. Ibnu Majah).
6. Sesudah mengerjakan salat dilanjutkan dengan penyampaian khutbah Idulfitri.
Khutbah tersebut berisi nasihat dan anjuran berbuat baik.
Berdasarkan hadis riwayat Abu Sa’id al Khudriy: “Dari Abu Sa’id al-Hudriyi berkata: Bahwa Rasul Saw keluar pada hari raya idulfitri dan adha ke tanah lapang. Hal pertama yang dilakukan adalah salat. Setelah selesai beliau berdiri menghadap para jamaah, sementara mereka duduk bersaf, lalu beliau memberi nasihat, berwasiat dan memerintah mereka. Apabila beliau hendak berhenti, maka berhenti dan bila memerintah sesuatu, maka langsung memerintahkannya, kemudian selesai.” (HR. Bukhari). (mcr33/jpnn)
Surat edaran Nomor 8 tahun 2022, Menteri Agama menetapkan tata cara menyelenggarakan salat Idulfitri.
Redaktur : Ade Keno
Reporter : Fachri Hamzah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumbar di Google News