Laporan BKSDA: Konflik Buaya dengan Manusia di Sumbar Mencapai 71 Kasus

Jumat, 15 Juli 2022 – 10:17 WIB
Laporan BKSDA: Konflik Buaya dengan Manusia di Sumbar Mencapai 71 Kasus - JPNN.com Sumbar
BKSDA Sumbar melaporkan 71 konflik buaya dengan manusia sepanjang 2009 sampai 2022. Foto/ilustrasi: Antara

sumbar.jpnn.com, PADANG - BKSDA Sumbar melaporkan 71 konflik buaya dengan manusia sepanjang 2009 sampai 2022.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan daerah yang paling banyak konflik tersebut ada di Kabupaten Agam.

"Konflik antara manusia dengan buaya ini terjadi hampir di semua daerah pesisir Sumbar, paling banyak terjadi di Kabupaten Agam," kata Ardi.

Di Kabupaten Agam ada 29 konflik, kemudian diikuti oleh Kabupaten Pasaman dengan 17 kasus, Padang Pariaman 12 kasus.

Kota Padang ada lima kejadian, Kepulauan Mentawai 1 kali, dan Kabupaten Pesisir Selatan 7 kasus.

Lebih terperinci, Kecamatan Tanjung Mutiara merupakan daerah yang paling banyak konflik yaitu 17 kasus. Diikuti Kecamatan Ampek Angkek dengan 6 kasus, Kinali dan Ranah Pasisia di Pasaman Barat lima kasus.

Konflik buaya dengan manusia ini acap terjadi dari Januari sampai Maret dikarenakan musim bertelur. Kemudian pada April hingga kini buaya tersebut menetaskan telur.

"Januari sampai Maret itu ada 12 kejadian. Sampai Juni ada tujuh kejadian," terangnya.

BKSDA Sumbar melaporkan 71 konflik buaya dengan manusia sepanjang 2009 sampai 2022.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumbar di Google News