Sumbar Dituding sebagai Markas Teroris NII, Begini Respons Mahyeldi

sumbar.jpnn.com, PADANG - Sumbar dituding sebagai markas teroris Negara Islam Indonesia (NII) yang diduga bakal melengserkan pemerintahan Joko Widodo sebelum 2024.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah secara tegas membantah hal tersebut.
Mahyeldi mengatakan Sumbar adalah penyambung napas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan rumah pejuang serta pemikir bangsa.
Politikus PKS itu menegaskan saat Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap Belanda dalam Agresi Militer II, Sumbar menjadi penyelamat bangsa.
"Belanda bilang Indonesia sudah tamat. Tapi, Tidak kata orang Sumbar," kata Mahyeldi, dikutip Jpnn.com dari laman Sumbarprov, Senin (25/4).
Sumbar kemudian mendirikan Pemerintahan Darurat Indonesia (PDRI) meskipun hanya 207 hari.
"Ini perlu diingat," tegasnya.
Mahyeldi menduga ada usaha pelabelan buruk terhadap Sumbar yang dikaitkan dengan kabar penangkapan kelompok NII.
Sumbar dituding sebagai markas Negara Islam Indonesia (NII) yang diduga bakal melengserkan pemerintahan Joko Widodo sebelum 2024.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumbar di Google News